Renungan Malam

Assalamualaiykum rwb

Halo sahabat Muslim?

Apa kabarnya hari ini? Allah senantiasa memberi rahmat yang paling indah bukan? Apapun episode kita hari ini, percayalah bahwasannya Allah senatiasa dekat dengan kita, bahkan Ia lebih dekat dari urat nadi leher kita. Nah lo???. Yang ada mah kita yang jauh dari Allah. Ingatkah kawan? Ada syair lawas dengan gubahan yang menggugah.

Tuhan dulu pernah

Aku menaruh simpati, kepada manusia yang alpa jua nista

Lalu terseretlah Aku di lorong gelisah

Luka hati yang berdarah, kini jadi kian parah

Tuhan, dosaku menggunung tinggi

Tapi rahmatmu, melangit luas

Bila selangkah kudatang padamu

Seribu langkah kau datang padaku

Mak jleb banget kan tuh syair? Bagaimana tidak coba, siapapun yang menjalani hidup ini kan tidak maksum. Seklai lagi TIDAK MAKSUM. Ini artinya, tiap dari kita memiliki potensi berbuat dosa. Aku tidak bisa befikir lagi, mengapa hal ini terjadi pada anak adam. Ya memang begitulah adanya. Manusia adalah tempat lupa dan alpa. Adakah sempurna itu kita? Adakah mulia itu kita? Semua masih relatif. Hanya kematian yang akan membuktikan pada dunia dan surga Allah yang menjadi saksi kalau kita memang layak menjadi penghuninya. Kematian yang menghampiri kita disetiap waktu akan menjadi saksi bisu kalau kita memang termasuk golongan pecinta kebaikan, kebenaran dan akhlak terpuji. Seorang yang nampak preman dan pecicilan, belum tentu ia akan menjadi seperti itu selamanya. Seorang ulama juga tidak ada jaminan ia akan menjadi pejuang Islam untuk selamanya. Tergantung ia temannya siapa. Kalau temannya seorang penguasa fasik, dzolim atau kafir, hati-hati tuh. Bisa kemakan jadi anteknya, tau rasa. Hehehehe.

Kalau Aku berandai-andai jadi seorang alim, kok berat yah? Tapi tidakapa-apa toh? Itu juga bagian dari harapan yang baik, meski relitasnya tipis sekali J. Aku itu bukan tipe orang yang hafalannya banyak, aku itu , ah gak jadi…

Sekarang ke Khilafah. . .  jadi untuk memperjuangkan Islam itu ga harus ribet-ribet banget kok. Biasa aja, tawadhu n  terus belajar, ngontak, isi halqoh, belajar lagi, isi lagi, dan terus belajar, baik sendiri atau dengan orang lain. Sekali kali boleh dong isi orasi saat kampanye Syariah Khilafah, atau orasi penolakan Obama datang ke Indonesia, orasi simpati Palestina dll. Banyak kok, kasus seperti itu akan tetap ada di mata dunia Islam

Yah, memang kita harus berfikir mendasar dahulu sebleum memulai dan berjalan sejauh itu, berfikir mendasar, mendalam dan cemerlang memang tidak mudah, tapi yakniklah akan manis di akhirnya.